Bukti Bukti Kesalahan Kepercayaan Orang Orang Musyrik

Surat Al-Anbiya : 20

يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

yusabbiḥuunal-laila wan-nahaaro laa yafturuun

ARTI

Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang.

Surat Al-Anbiya : 21

أَمِ اتَّخَذُوا آلِهَةً مِنَ الْأَرْضِ هُمْ يُنْشِرُونَ

amittakhożuuu aalihatam minal-ardhi hum yunsyiruun

ARTI

Apakah mereka mengambil Tuhan-Tuhan dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang yang mati)?

Surat Al-Anbiya : 22

لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

lau kaana fiihimaaa aalihatun illallohu lafasadataa, fa sub-ḥaanallohi robbil-'arsyi 'ammaa yashifuun

ARTI

Seandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada Tuhan-Tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa. Maha Suci Allah yang memiliki 'Arsy, dari apa yang mereka sifatkan.

Surat Al-Anbiya : 23

لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ

laa yus`alu 'ammaa yaf'alu wa hum yus`aluun

ARTI

Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang dikerjakan, tetapi merekalah yang akan ditanya.

Surat Al-Anbiya : 24

أَمِ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً ۖ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ ۖ هَٰذَا ذِكْرُ مَنْ مَعِيَ وَذِكْرُ مَنْ قَبْلِي ۗ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ الْحَقَّ ۖ فَهُمْ مُعْرِضُونَ

amittakhożuu min duunihiii aalihah, qul haatuu bur-haanakum, haażaa żikru mam ma'iya wa żikru mang qoblii, bal akṡaruhum laa ya'lamuunal-ḥaqqo fa hum mu'ridhuun

ARTI

Atau apakah mereka mengambil Tuhan-Tuhan selain Dia? Katakanlah (Muhammad), "Kemukakanlah alasan-alasanmu! (Al-Qur´an) ini adalah peringatan bagi orang yang bersamaku dan peringatan bagi orang sebelumku." Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui yang hak (kebenaran), karena itu mereka berpaling.

Surat Al-Anbiya : 25

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

wa maaa arsalnaa ming qoblika mir rosuulin illaa nuuḥiii ilaihi annahuu laaa ilaaha illaaa ana fa'buduun

ARTI

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku maka sembahlah Aku.

Surat Al-Anbiya : 26

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَٰنُ وَلَدًا ۗ سُبْحَانَهُ ۚ بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ

wa qooluttakhożar-roḥmaanu waladan sub-ḥaanah, bal 'ibaadum mukromuun

ARTI

Dan mereka berkata, "Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak." Maha Suci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan,

Surat Al-Anbiya : 27

لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ

laa yasbiquunahuu bil-qouli wa hum bi`amrihii ya'maluun

ARTI

mereka tidak berbicara mendahului-Nya dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.

Surat Al-Anbiya : 28

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَىٰ وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ

ya'lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum wa laa yasyfa'uuna illaa limanirtadhoo wa hum min khosy-yatihii musyfiquun

ARTI

Dia (Allah) mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai (Allah), dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.

Surat Al-Anbiya : 29

وَمَنْ يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّي إِلَٰهٌ مِنْ دُونِهِ فَذَٰلِكَ نَجْزِيهِ جَهَنَّمَ ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ

wa may yaqul min-hum inniii ilaahum min duunihii fa żaalika najziihi jahannam, każaalika najzizh-zhoolimiin

ARTI

Dan barang siapa di antara mereka berkata, "Sungguh, aku adalah Tuhan selain Allah," maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam. Demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang zalim.

Surat Al-Anbiya : 30

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

a wa lam yarollażiina kafaruuu annas-samaawaati wal-ardho kaanataa rotqon fa fataqnaahumaa, wa ja'alnaa minal-maaa`i kulla syai`in ḥayy, a fa laa yu`minuun

ARTI

Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu menyatu kemudian Kami pisahkan antara keduanya, dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air, maka mengapa mereka tidak beriman?

Surat Al-Anbiya : 31

وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

wa ja'alnaa fil-ardhi rowaasiya an tamiida bihim wa ja'alnaa fiihaa fijaajan subulal la'allahum yahtaduun

ARTI

Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kukuh agar dia (tidak) guncang bersama mereka, dan Kami jadikan (pula) di sana jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.

Surat Al-Anbiya : 32

وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا ۖ وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ

wa ja'alnas-samaaa`a saqfam maḥfuuzhoo, wa hum 'an aayaatihaa mu'ridhuun

ARTI

Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu (matahari, bulan, angin, awan, dan lain-lain).

Surat Al-Anbiya : 33

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

wa huwallażii kholaqol-laila wan-nahaaro wasy-syamsa wal-qomar, kullun fii falakiy yasbaḥuun

ARTI

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.

Surat Al-Anbiya : 34

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ ۖ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ

wa maa ja'alnaa libasyarim ming qoblikal-khuld, a faa im mitta fa humul-khooliduun

ARTI

Dan Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia sebelum engkau (Muhammad), maka jika engkau wafat, apakah mereka akan kekal?

Surat Al-Anbiya : 35

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

kullu nafsin żaaa`iqotul-mauut, wa nabluukum bisy-syarri wal-khoiri fitnah, wa ilainaa turja'uun

ARTI

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.

Surat Al-Anbiya : 36

وَإِذَا رَآكَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَتَّخِذُونَكَ إِلَّا هُزُوًا أَهَٰذَا الَّذِي يَذْكُرُ آلِهَتَكُمْ وَهُمْ بِذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ هُمْ كَافِرُونَ

wa iżaa ro`aakallażiina kafaruuu iy yattakhiżuunaka illaa huzuwaa, a haażallażii yażkuru aalihatakum, wa hum biżikrir-roḥmaani hum kaafiruun

ARTI

Dan apabila orang-orang kafir itu melihat engkau (Muhammad), mereka hanya memperlakukan engkau menjadi bahan ejekan. (Mereka mengatakan), "Apakah ini orang yang mencela Tuhan-Tuhanmu?" Padahal, mereka orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pengasih. [...]

Surat Al-Anbiya : 37

خُلِقَ الْإِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ ۚ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ

khuliqol-insaanu min 'ajal, sa`uriikum aayaatii fa laa tasta'jiluun

ARTI

Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Ku. Maka janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya.

Surat Al-Anbiya : 38

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

wa yaquuluuna mataa haażal-wa'du ing kuntum shoodiqiin

ARTI

Dan mereka berkata, "Kapankah janji itu (akan datang) jika kamu orang yang benar?"

Surat Al-Anbiya : 39

لَوْ يَعْلَمُ الَّذِينَ كَفَرُوا حِينَ لَا يَكُفُّونَ عَنْ وُجُوهِهِمُ النَّارَ وَلَا عَنْ ظُهُورِهِمْ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ

lau ya'lamullażiina kafaruu ḥiina laa yakuffuuna 'aw wujuuhihimun-naaro wa laa 'an zhuhuurihim wa laa hum yunshoruun

ARTI

Seandainya orang kafir itu mengetahui ketika mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari wajah dan punggung mereka, sedang mereka tidak mendapat pertolongan (tentulah mereka tidak meminta disegerakan).

Surat Al-Anbiya : 40

بَلْ تَأْتِيهِمْ بَغْتَةً فَتَبْهَتُهُمْ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ رَدَّهَا وَلَا هُمْ يُنْظَرُونَ

bal ta`tiihim baghtatan fa tab-hatuhum fa laa yastathii'uuna roddahaa wa laa hum yunzhoruun

ARTI

Sebenarnya (hari Kiamat) itu akan datang kepada mereka secara tiba-tiba lalu mereka menjadi panik, maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) diberi penangguhan (waktu).

Surat Al-Anbiya : 41

وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

wa laqodistuhzi`a birusulim ming qoblika fa ḥaaqo billażiina sakhiruu min-hum maa kaanuu bihii yastahzi`uun

ARTI

Dan sungguh, rasul-rasul sebelum engkau (Muhammad) pun telah diperolok-olokkan, maka turunlah (siksaan) kepada orang-orang yang mencemoohkan apa (rasul-rasul) yang selalu mereka perolok-olokkan.

Surat Al-Anbiya : 42

قُلْ مَنْ يَكْلَؤُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مِنَ الرَّحْمَٰنِ ۗ بَلْ هُمْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِمْ مُعْرِضُونَ

qul may yakla`ukum bil-laili wan-nahaari minar-roḥmaan, bal hum 'an żikri robbihim mu'ridhuun

ARTI

Katakanlah, "Siapakah yang akan menjaga kamu pada waktu malam dan siang dari (siksaan) Allah Yang Maha Pengasih?" Tetapi mereka enggan mengingat Tuhan mereka.

Surat Al-Anbiya : 43

أَمْ لَهُمْ آلِهَةٌ تَمْنَعُهُمْ مِنْ دُونِنَا ۚ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَ أَنْفُسِهِمْ وَلَا هُمْ مِنَّا يُصْحَبُونَ

am lahum aalihatun tamna'uhum min duuninaa, laa yastathii'uuna nashro anfusihim wa laa hum minnaa yush-ḥabuun

ARTI

Ataukah mereka mempunyai Tuhan-Tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami? Tuhan-Tuhan mereka itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami.

Surat Al-Anbiya : 44

بَلْ مَتَّعْنَا هَٰؤُلَاءِ وَآبَاءَهُمْ حَتَّىٰ طَالَ عَلَيْهِمُ الْعُمُرُ ۗ أَفَلَا يَرَوْنَ أَنَّا نَأْتِي الْأَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا ۚ أَفَهُمُ الْغَالِبُونَ

bal matta'naa haaa`ulaaa`i wa aabaaa`ahum ḥattaa thoola 'alaihimul-'umur, a fa laa yarouna annaa na`til-ardho nangqushuhaa min athroofihaa, a fa humul-ghoolibuun

ARTI

Sebenarnya Kami telah memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan (hidup di dunia) hingga panjang usia mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi negeri (yang berada di bawah kekuasaan orang kafir) lalu Kami kurangi luasnya dari ujung-ujung negeri. Apakah mereka yang menang?

Surat Al-Anbiya : 45

قُلْ إِنَّمَا أُنْذِرُكُمْ بِالْوَحْيِ ۚ وَلَا يَسْمَعُ الصُّمُّ الدُّعَاءَ إِذَا مَا يُنْذَرُونَ

qul innamaaa unżirukum bil-waḥyi wa laa yasma'ush-shummud-du'aaa`a iżaa maa yunżaruun

ARTI

Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya memberimu peringatan sesuai dengan wahyu." Tetapi orang tuli tidak mendengar seruan apabila mereka diberi peringatan.

Surat Al-Anbiya : 46

وَلَئِنْ مَسَّتْهُمْ نَفْحَةٌ مِنْ عَذَابِ رَبِّكَ لَيَقُولُنَّ يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ

wa la`im massat-hum naf-ḥatum min 'ażaabi robbika layaquulunna yaa wailanaaa innaa kunnaa zhoolimiin

ARTI

Dan jika mereka ditimpa sedikit saja azab Tuhanmu, pastilah mereka berkata, "Celakalah kami! Sesungguhnya kami termasuk orang yang selalu menzalimi (diri sendiri)."

Surat Al-Anbiya : 47

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا ۖ وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ

wa nadho'ul-mawaaziinal-qistho liyaumil-qiyaamati fa laa tuzhlamu nafsun syai`aa, wa ing kaana miṡqoola ḥabbatim min khordalin atainaa bihaa, wa kafaa binaa ḥaasibiin

ARTI

Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit, sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan.