Muhammad Bukanlah Seseorang Gila, Melaikan Rasul, Kepadanya Diturunkan Al Qur'An
Surat At-Takwir : 15
فَلَا أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ
fa laaa uqsimu bil-khunnas
ARTI
Aku bersumpah demi bintang-bintang,
Surat At-Takwir : 16
الْجَوَارِ الْكُنَّسِ
al-jawaaril-kunnas
ARTI
yang beredar dan terbenam,
Surat At-Takwir : 17
وَاللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ
wal-laili iżaa 'as'as
ARTI
demi malam apabila telah larut,
Surat At-Takwir : 18
وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ
wash-shub-ḥi iżaa tanaffas
ARTI
dan demi subuh apabila fajar telah menyingsing,
Surat At-Takwir : 19
إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ
innahuu laqoulu rosuuling kariim
ARTI
sesungguhnya (Al-Qur´an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),
Surat At-Takwir : 20
ذِي قُوَّةٍ عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ
żii quwwatin 'inda żil-'arsyi makiin
ARTI
yang memiliki kekuatan, memiliki kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki `Arsy,
Surat At-Takwir : 21
مُطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ
muthoo'in ṡamma amiin
ARTI
yang di sana (di alam malaikat) ditaati dan dipercaya.
Surat At-Takwir : 22
وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُونٍ
wa maa shooḥibukum bimajnuun
ARTI
Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah orang gila.
Surat At-Takwir : 23
وَلَقَدْ رَآهُ بِالْأُفُقِ الْمُبِينِ
wa laqod ro`aahu bil-ufuqil-mubiin
ARTI
Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (Jibril) di ufuk yang terang.
Surat At-Takwir : 24
وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِينٍ
wa maa huwa 'alal-ghoibi bidhoniin
ARTI
Dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang kikir (enggan) untuk menerangkan yang gaib.
Surat At-Takwir : 25
وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ
wa maa huwa biqouli syaithoonir rojiim
ARTI
Dan (Al-Qur´an) itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk,
Surat At-Takwir : 26
فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ
fa aina taż-habuun
ARTI
maka ke manakah kamu akan pergi?
Surat At-Takwir : 27
إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ
in huwa illaa żikrul lil-'aalamiin
ARTI
(Al-Qur´an) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam,
Surat At-Takwir : 28
لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَقِيمَ
liman syaaa`a mingkum ay yastaqiim
ARTI
(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang menghendaki menempuh jalan yang lurus.
Surat At-Takwir : 29
وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
wa maa tasyaaa`uuna illaaa ay yasyaaa`allohu robbul-'aalamiin
ARTI
Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam.