Nabi Musa Alaihissalam Menerima Permulaan Wahyu

Surat Ta-Ha : 9

وَهَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ مُوسَىٰ

wa hal ataaka ḥadiiṡu muusaa

ARTI

Dan apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?

Surat Ta-Ha : 10

إِذْ رَأَىٰ نَارًا فَقَالَ لِأَهْلِهِ امْكُثُوا إِنِّي آنَسْتُ نَارًا لَعَلِّي آتِيكُمْ مِنْهَا بِقَبَسٍ أَوْ أَجِدُ عَلَى النَّارِ هُدًى

iż ro`aa naaron fa qoola li`ahlihimkuṡuuu inniii aanastu naarol la'alliii aatiikum min-haa biqobasin au ajidu 'alan-naari hudaa

ARTI

Ketika dia (Musa) melihat api, lalu dia berkata kepada keluarganya, "Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit nyala api kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu."

Surat Ta-Ha : 11

فَلَمَّا أَتَاهَا نُودِيَ يَا مُوسَىٰ

fa lammaaa ataahaa nuudiya yaa muusaa

ARTI

Maka ketika dia mendatanginya (ke tempat api itu) dia dipanggil. "Wahai Musa!

Surat Ta-Ha : 12

إِنِّي أَنَا رَبُّكَ فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَ ۖ إِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى

inniii anaa robbuka fakhla' na'laiik, innaka bil-waadil-muqoddasi thuwaa

ARTI

Sungguh, Aku adalah Tuhanmu, maka lepaskan kedua terompahmu. Karena sesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, Tuwa.

Surat Ta-Ha : 13

وَأَنَا اخْتَرْتُكَ فَاسْتَمِعْ لِمَا يُوحَىٰ

wa anakhtartuka fastami' limaa yuuḥaa

ARTI

Dan Aku telah memilih engkau, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).

Surat Ta-Ha : 14

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

innaniii anallohu laaa ilaaha illaaa ana fa'budnii wa aqimish-sholaata liżikrii

ARTI

Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah sholat untuk mengingat Aku.

Surat Ta-Ha : 15

إِنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعَىٰ

innas-saa'ata aatiyatun akaadu ukhfiihaa litujzaa kullu nafsim bimaa tas'aa

ARTI

Sungguh, hari Kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar setiap orang dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan.

Surat Ta-Ha : 16

فَلَا يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَنْ لَا يُؤْمِنُ بِهَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَتَرْدَىٰ

fa laa yashuddannaka 'an-haa mal laa yu`minu bihaa wattaba'a hawaahu fa tardaa

ARTI

Maka janganlah engkau dipalingkan dari (Kiamat itu) oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti keinginannya, yang menyebabkan engkau binasa."