Orang Orang Yahudi Berpaling Dari Hukum Allah Subhanahu Wa Ta'Ala
Surat Ali-Imran : 23
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُدْعَوْنَ إِلَىٰ كِتَابِ اللَّهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ يَتَوَلَّىٰ فَرِيقٌ مِنْهُمْ وَهُمْ مُعْرِضُونَ
a lam taro ilallażiina uutuu nashiibam minal-kitaabi yud'auna ilaa kitaabillaahi liyaḥkuma bainahum ṡumma yatawallaa fariiqum min-hum wa hum mu'ridhuun
ARTI
Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang telah diberi bagian Kitab (Taurat)? Mereka diajak (berpegang) pada Kitab Allah untuk memutuskan (perkara) di antara mereka. Kemudian sebagian dari mereka berpaling seraya menolak (kebenaran).
Surat Ali-Imran : 24
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۖ وَغَرَّهُمْ فِي دِينِهِمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ
żaalika bi`annahum qooluu lan tamassanan-naaru illaaa ayyaamam ma'duudaatiw wa ghorrohum fii diinihim maa kaanuu yaftaruun
ARTI
Hal itu adalah karena mereka berkata, "Api neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja." Mereka teperdaya dalam agama mereka oleh apa yang mereka ada-adakan.
Surat Ali-Imran : 25
فَكَيْفَ إِذَا جَمَعْنَاهُمْ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
fa kaifa iżaa jama'naahum liyaumil laa roiba fiih, wa wuffiyat kullu nafsim maa kasabat wa hum laa yuzhlamuun
ARTI
Bagaimana jika (nanti) mereka Kami kumpulkan pada hari (Kiamat) yang tidak diragukan terjadinya dan kepada setiap jiwa diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya dan mereka tidak dizalimi (dirugikan)?