Pengangkatan Yahya Sebagai Nabi Dan Karakteristik Keutamaannya

Surat Maryam : 12

يَا يَحْيَىٰ خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْحُكْمَ صَبِيًّا

yaa yaḥyaa khużil-kitaaba biquwwah, wa aatainaahul-ḥukma shobiyyaa

ARTI

"Wahai Yahya! Ambillah (pelajarilah) Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh." Dan Kami berikan hikmah kepadanya (Yahya) selagi dia masih kanak-kanak,

Surat Maryam : 13

وَحَنَانًا مِنْ لَدُنَّا وَزَكَاةً ۖ وَكَانَ تَقِيًّا

wa ḥanaanam mil ladunnaa wa zakaah, wa kaana taqiyyaa

ARTI

dan (Kami jadikan) rasa kasih sayang (kepada sesama) dari Kami dan bersih (dari dosa). Dan dia pun seorang yang bertakwa,

Surat Maryam : 14

وَبَرًّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا

wa barrom biwaalidaihi wa lam yakun jabbaaron 'ashiyyaa

ARTI

dan sangat berbakti kepada kedua orang tuanya, dan dia bukan orang yang sombong (bukan pula) orang yang durhaka.

Surat Maryam : 15

وَسَلَامٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا

wa salaamun 'alaihi yauma wulida wa yauma yamuutu wa yauma yub'aṡu ḥayyaa

ARTI

Dan kesejahteraan bagi dirinya pada hari lahirnya, pada hari wafatnya, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali.