Peringatan Tuhan Kepada Manusia Yang Tidak Tahu Hakikat Dirinya
Surat Abasa : 17
قُتِلَ الْإِنْسَانُ مَا أَكْفَرَهُ
qutilal-insaanu maaa akfaroh
ARTI
Celakalah manusia! Alangkah kufurnya dia!
Surat Abasa : 18
مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهُ
min ayyi syai`in kholaqoh
ARTI
Dari apakah Dia (Allah) menciptakannya?
Surat Abasa : 19
مِنْ نُطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ
min nuthfah, kholaqohuu fa qoddaroh
ARTI
Dari setetes mani, Dia menciptakannya lalu menentukannya.
Surat Abasa : 20
ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَهُ
ṡummas-sabiila yassaroh
ARTI
Kemudian jalannya dia mudahkan,
Surat Abasa : 21
ثُمَّ أَمَاتَهُ فَأَقْبَرَهُ
ṡumma amaatahuu fa aqbaroh
ARTI
kemudian Dia mematikannya lalu menguburkannya,
Surat Abasa : 22
ثُمَّ إِذَا شَاءَ أَنْشَرَهُ
ṡumma iżaa syaaa`a ansyaroh
ARTI
kemudian jika Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali.
Surat Abasa : 23
كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَا أَمَرَهُ
kallaa lammaa yaqdhi maaa amaroh
ARTI
Sekali-kali jangan (begitu)! Dia (manusia) itu belum melaksanakan apa yang Dia (Allah) perintahkan kepadanya.
Surat Abasa : 24
فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ إِلَىٰ طَعَامِهِ
falyanzhuril-insaanu ilaa tho'aamih
ARTI
Maka hendaklah manusia itu memerhatikan makanannya,
Surat Abasa : 25
أَنَّا صَبَبْنَا الْمَاءَ صَبًّا
annaa shobabnal-maaa`a shobbaa
ARTI
Kamilah yang telah mencurahkan air melimpah (dari langit),
Surat Abasa : 26
ثُمَّ شَقَقْنَا الْأَرْضَ شَقًّا
ṡumma syaqoqnal-ardho syaqqoo
ARTI
kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,
Surat Abasa : 27
فَأَنْبَتْنَا فِيهَا حَبًّا
fa ambatnaa fiihaa ḥabbaa
ARTI
lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian,
Surat Abasa : 28
وَعِنَبًا وَقَضْبًا
wa 'inabaw wa qodhbaa
ARTI
dan anggur dan sayur-sayuran,
Surat Abasa : 29
وَزَيْتُونًا وَنَخْلًا
wa zaituunaw wa nakhlaa
ARTI
dan zaitun dan pohon kurma,
Surat Abasa : 30
وَحَدَائِقَ غُلْبًا
wa ḥadaaa`iqo ghulbaa
ARTI
dan kebun-kebun (yang) rindang,
Surat Abasa : 31
وَفَاكِهَةً وَأَبًّا
wa faakihataw wa abbaa
ARTI
dan buah-buahan serta rerumputan.
Surat Abasa : 32
مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ
mataa'al lakum wa li`an'aamikum
ARTI
(Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu.
Surat Abasa : 33
فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ
fa iżaa jaaa`atish-shoookhkhoh
ARTI
Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua),
Surat Abasa : 34
يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ
yauma yafirrul-mar`u min akhiih
ARTI
pada hari itu manusia lari dari saudaranya,
Surat Abasa : 35
وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ
wa ummihii wa abiih
ARTI
dan dari ibu dan bapaknya,
Surat Abasa : 36
وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ
wa shooḥibatihii wa baniih
ARTI
dan dari istri dan anak-anaknya.
Surat Abasa : 37
لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ
likullimri`im min-hum yauma`iżin sya`nuy yughniih
ARTI
Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.
Surat Abasa : 38
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُسْفِرَةٌ
wujuuhuy yauma`iżim musfiroh
ARTI
Pada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri,
Surat Abasa : 39
ضَاحِكَةٌ مُسْتَبْشِرَةٌ
dhooḥikatum mustabsyiroh
ARTI
tertawa dan gembira ria,
Surat Abasa : 40
وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ
wa wujuuhuy yauma`iżin 'alaihaa ghobaroh
ARTI
dan pada hari itu ada (pula) wajah-wajah yang tertutup debu (suram),
Surat Abasa : 41
تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ
tarhaquhaa qotaroh
ARTI
tertutup oleh kegelapan (ditimpa kehinaan dan kesusahan).
Surat Abasa : 42
أُولَٰئِكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ
ulaaa`ika humul-kafarotul-fajaroh
ARTI
Mereka itulah orang-orang kafir yang durhaka.