Tidak Ada Yang Dapat Memberikan Petunjuk Kepada Penyembah Penyembah Hawa Nafsu
Surat Al-Jasiyah : 22
وَخَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ وَلِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
wa kholaqollaahus-samaawaati wal-ardho bil-ḥaqqi wa litujzaa kullu nafsim bimaa kasabat wa hum laa yuzhlamuun
ARTI
Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar, dan agar setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan.
Surat Al-Jasiyah : 23
أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
a fa ro`aita manittakhoża ilaahahuu hawaahu wa adhollahullohu 'alaa 'ilmiw wa khotama 'alaa sam'ihii wa qolbihii wa ja'ala 'alaa bashorihii ghisyaawah, fa may yahdiihi mim ba'dillaah, a fa laa tażakkaruun
ARTI
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
Surat Al-Jasiyah : 24
وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ ۚ وَمَا لَهُمْ بِذَٰلِكَ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ
wa qooluu maa hiya illaa ḥayaatunad-dun-yaa namuutu wa naḥyaa wa maa yuhlikunaaa illad-dahr, wa maa lahum biżaalika min 'ilm, in hum illaa yazhunnuun
ARTI
Dan mereka berkata, "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa." Tetapi mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu, mereka hanyalah menduga-duga saja.
Surat Al-Jasiyah : 25
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ مَا كَانَ حُجَّتَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا ائْتُوا بِآبَائِنَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
wa iżaa tutlaa 'alaihim aayaatunaa bayyinaatim maa kaana ḥujjatahum illaaa ang qoolu`tuu bi`aabaaa`inaaa ing kuntum shoodiqiin
ARTI
Dan apabila kepada mereka dibacakan ayat-ayat Kami yang jelas, tidak ada bantahan mereka selain mengatakan, "Hidupkanlah kembali nenek moyang kami, jika kamu orang yang benar."
Surat Al-Jasiyah : 26
قُلِ اللَّهُ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يَجْمَعُكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
qulillaahu yuḥyiikum ṡumma yumiitukum ṡumma yajma'ukum ilaa yaumil-qiyaamati laa roiba fiihi wa laakinna akṡaron-naasi laa ya'lamuun
ARTI
Katakanlah, "Allah yang menghidupkan kemudian mematikan kamu, setelah itu mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan lagi, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."