Mimpi Jika Dita'birkan Maka Akan Terjadi, dan Janganlah Diceritakan kecuali Kepada Orang yang Dicintai
عَنْ أَبِي رَزِينٍ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الرُّؤْيَا عَلَى رِجْلِ طَائِرٍ مَا لَمْ تُعْبَرْ فَإِذَا عُبِرَتْ وَقَعَتْ قَالَ وَالرُّؤْيَا جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ قَالَ وَأَحْسِبُهُ قَالَ لَا يَقُصُّهَا إِلَّا عَلَى وَادٍّ أَوْ ذِي رَأْيٍ
3176-3983. Dari Abu Razin, bahwa ia mendengar Nabi SAW bersabda, "Mimpi itu berada di kaki burung selama tidak dita'birkan, maka jika dita'birkan niscaya akan terjadi." Beliau menambahkan,
"Mimpi adalah sebuah bagian dari empat puluh enam bagian kenabian" Perawi berkata, "Aku mengira beliau bersaabda, 'Janganlah seseorang menceritakannya kecuali kepada orang yang dicintainya,
atau orang yang mengerti." Shahih: Ash-Shahihah (119 dan 120).