Berwudhu dengan Air Laut

أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَرْكَبُ الْبَحْرَ وَنَحْمِلُ مَعَنَا الْقَلِيلَ مِنْ الْمَاءِ فَإِنْ تَوَضَّأْنَا بِهِ عَطِشْنَا أَفَنَتَوَضَّأُ مِنْ مَاءِ الْبَحْرِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ

314-392. Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW, lalu berkata, 'Wahai Rasulullah SAW! Ketika kami berlayar (di laut) dan kami hanya membawa sedikit pembekalan air.

Apabila kami memakainya untuk berwudhu, maka kami akan kehausan; Lalu apakah kami diperbolehkan untuk berwudhu dengan air laut?' Rasulullah SAW menjawab, 'Laut adalah suci airnya dan halal bangkainya'. " Shahih: Al Irwa' Shahih Abu Daud (71), Al Misykah (479), Ash-Shahihah (480).

عَنْ ابْنِ الْفِرَاسِيِّ قَالَ كُنْتُ أَصِيدُ وَكَانَتْ لِي قِرْبَةٌ أَجْعَلُ فِيهَا مَاءً وَإِنِّي تَوَضَّأْتُ بِمَاءِ الْبَحْرِ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ

315-393. Dari Ibnu Al Firasi, dia berkata, "Aku pernah mencari ikan di laut dan aku membawa sebuah tas dari kulit yang aku penuhi dengan air tawar, sedangkan aku berwudhu dengan air laut.

Lalu aku ceritakan hal tersebut kepada Rasulullah SAW, kemudian beliau bersabda, 'Laut itu suci airnya, halal bangkainya'. " Shahih: Dengan sumber hadits sebelumnya.

عَنْ جَابِرٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ مَاءِ الْبَحْرِ فَقَالَ هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ

316-394. Dari Jabir, bahwa Nabi SAW pernah ditanya tentang air laut, lalu beliau menjawab, "Air laut adalah suci airnya dan halal bangkainya." Hasan-Shahih.