Pada Hari Kiamat Tiada Tempat Berlindung

|Al-Qiyamah : 6|

يَسْأَلُ أَيَّانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ

ARTI

Dia bertanya, "Kapankah hari Kiamat itu?"

Tafsir Jalalain

(Ia bertanya, "Bilakah) Kapan (hari kiamat itu") pertanyaannya itu mengandung nada mengejek dan mendustakannya.

|Al-Qiyamah : 7|

فَإِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ

ARTI

Maka apabila mata terbelalak (ketakutan),

Tafsir Jalalain

(Maka apabila mata terbelalak) dapat dibaca Bariqa dan Baraqa, artinya kaget dan bimbang setelah ia melihat apa yang dahulu selalu ia dustakan.

|Al-Qiyamah : 8|

وَخَسَفَ الْقَمَرُ

ARTI

dan bulan pun telah hilang cahayanya,

Tafsir Jalalain

(Dan apabila bulan telah hilang cahayanya) yakni menjadi gelap dan lenyap sinarnya.

|Al-Qiyamah : 9|

وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ

ARTI

lalu matahari dan bulan dikumpulkan,

Tafsir Jalalain

(Dan matahari dan bulan dikumpulkan) maka kedua-duanya terbit dari arah barat; atau kedua-duanya telah hilang sinarnya, yang demikian itu terjadi pada hari kiamat.

|Al-Qiyamah : 10|

يَقُولُ الْإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّ

ARTI

pada hari itu manusia berkata, "Ke mana tempat lari?"

Tafsir Jalalain

(Pada hari itu manusia berkata, "Ke mana tempat lari")

|Al-Qiyamah : 11|

كَلَّا لَا وَزَرَ

ARTI

Tidak! Tidak ada tempat berlindung!

Tafsir Jalalain

(Sekali-kali tidak) lafal ini menunjukkan kata tolakan terhadap pencarian jalan lari. (Tidak ada tempat berlindung) tidak ada tempat mengungsi yang dapat dijadikan perlindungan baginya.

|Al-Qiyamah : 12|

إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمُسْتَقَرُّ

ARTI

Hanya kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu.

Tafsir Jalalain

(Hanya kepada Rabbmu sajalah pada hari itu tempat kembali) bagi semua makhluk, lalu mereka dihisab dan menerima pembalasan.