Renungan bagi yang Tidak Percaya Adanya Hari Kebangkitan

|Al-Ankabut : 20|

قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ ۚ ثُمَّ اللَّهُ يُنْشِئُ النَّشْأَةَ الْآخِرَةَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

ARTI

Katakanlah, "Berjalanlah di bumi, maka perhatikanlah bagaimana (Allah) memulai penciptaan (makhluk), kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Jalalain

(Katakanlah, "Berjalanlah kalian di muka bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah memulai penciptaan-Nya) yakni menciptakan orang-orang yang sebelum kalian, kemudian Dia mematikan mereka

(lalu Allah menjadikannya sekali lagi) dapat dibaca An Nasy-atal akhirata dan An Nasy-atal ukhra. (Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu) antara lain ialah memulai dan mengulanginya

|Fussilat : 39|

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الْأَرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ ۚ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۚ إِنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

ARTI

Dan sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya, engkau melihat bumi itu kering dan tandus, tetapi apabila Kami turunkan hujan di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya (Allah) yang menghidupkannya pasti dapat menghidupkan yang mati, sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Jalalain

(Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya bahwa kamu melihat bumi itu kering tandus) yaitu tidak ada tumbuh-tumbuhan padanya

(maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak) berubah (dan subur) yakni menjadi subur dan rimbun penuh dengan tetumbuhan.

(Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.)

|Al-Waqiah : 57|

نَحْنُ خَلَقْنَاكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُونَ

ARTI

Kami telah menciptakan kamu, mengapa kamu tidak membenarkan (hari Berbangkit)?

Tafsir Jalalain

(Kami telah menciptakan kalian) dari tiada (maka mengapa tidak) kenapa tidak (kalian membenarkan) atau mempercayai adanya hari berbangkit, karena sesungguhnya Allah

yang mampu menciptakan mereka. Dia mampu pula untuk menghidupkan mereka kembali.

|Al-Waqiah : 58|

أَفَرَأَيْتُمْ مَا تُمْنُونَ

ARTI

Maka adakah kamu perhatikan, tentang (benih manusia) yang kamu pancarkan.

Tafsir Jalalain

(Maka terangkanlah kepada-Ku nuthfah yang kalian tumpahkan) yakni air mani yang kalian tumpahkan ke dalam rahim wanita.

|Al-Waqiah : 59|

أَأَنْتُمْ تَخْلُقُونَهُ أَمْ نَحْنُ الْخَالِقُونَ

ARTI

Kamukah yang menciptakannya, ataukah Kami penciptanya?

Tafsir Jalalain

(Kamukah) dapat dibaca Tahqiq dan dapat pula dibaca Tas-hil (yang menciptakannya) yakni air mani itu kemudian menjadi manusia (atau Kami kah yang menciptakannya)

|Al-Waqiah : 60|

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ

ARTI

Kami telah menentukan kematian masing-masing kamu dan Kami tidak lemah,

Tafsir Jalalain

(Kami telah menentukan) dapat dibaca Qaddarnaa atau Qadarnaa (kematian di antara kalian dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan) dibuat tak berdaya.

|Al-Waqiah : 61|

عَلَىٰ أَنْ نُبَدِّلَ أَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِي مَا لَا تَعْلَمُونَ

ARTI

untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (di dunia) dan membangkitkan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.

Tafsir Jalalain

(Untuk) maksudnya, supaya Kami (menggantikan) menjadikan (orang-orang yang seperti kalian) sebagai pengganti dari kalian (dan menciptakan kalian kelak) di akhirat

(dalam keadaan yang tidak kalian ketahui) maksudnya, dalam bentuk yang belum kalian ketahui, seperti dalam bentuk kera atau babi, umpamanya.

|Al-Waqiah : 62|

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْأَةَ الْأُولَىٰ فَلَوْلَا تَذَكَّرُونَ

ARTI

Dan sungguh, kamu telah tahu penciptaan yang pertama, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

Tafsir Jalalain

(Dan sesungguhnya kalian telah mengetahui penciptaan yang pertama) menurut suatu qiraat lafal An Nasy`ata boleh dibaca An-Nasya`ata

(maka mengapa kalian tidak mengambil pelajaran) lafal Tadzakkaruuna asalnya adalah Tatadzakkaruuna, lalu huruf Ta yang kedua diidgamkan kepada huruf Dzal.

|Al-Qiyamah : 37|

أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِنْ مَنِيٍّ يُمْنَىٰ

ARTI

Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim).

Tafsir Jalalain

(Bukankah dia dahulu) sebelum itu (setetes mani yang ditumpahkan) ke dalam rahim; lafal Yumnaa dapat pula dibaca Tumnaa.

|Al-Qiyamah : 38|

ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّىٰ

ARTI

Kemudian (mani itu) menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya,

Tafsir Jalalain

(Kemudian adalah) mani itu (menjadi segumpal darah lalu Allah menciptakannya) dari air mani itu menjadi manusia (dan menyempurnakannya) melengkapinya dengan anggota-anggota tubuh yang diperlukannya.

|Al-Qiyamah : 39|

فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَىٰ

ARTI

lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan.

Tafsir Jalalain

(Lalu Allah menjadikan daripadanya) dari air mani yang telah menjadi segumpal darah, segumpal daging (sepasang) dua jenis (laki-laki dan perempuan) terkadang menjadi satu dan terkadang tersendiri.

|Al-Qiyamah : 40|

أَلَيْسَ ذَٰلِكَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَىٰ

ARTI

Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?

Tafsir Jalalain

(Bukankah yang berbuat demikian) yang mengerjakan kesemuanya itu (berkuasa pula menghidupkan orang mati) Nabi saw. menjawab, tentu saja dapat.

|At-Tariq : 5|

فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ

ARTI

Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan.

Tafsir Jalalain

(Maka hendaklah manusia memperhatikan) dengan perhatian yang dibarengi dengan mempelajarinya (dari apakah dia diciptakan) artinya berasal dari apakah dia tercipta

|At-Tariq : 6|

خُلِقَ مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ

ARTI

Dia (manusia) diciptakan dari air (mani) yang terpancar,

Tafsir Jalalain

(Dia diciptakan dari air yang terpancar) yakni yang dipancarkan oleh laki-laki ke dalam rahim wanita.

|At-Tariq : 7|

أَلَمْ نُهْلِكِ الْأَوَّلِينَ

ARTI

Bukankah telah Kami binasakan orang-orang yang dahulu?

Tafsir Jalalain

(Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang yang dahulu) disebabkan kedustaan mereka.

|At-Tariq : 8|

ثُمَّ نُتْبِعُهُمُ الْآخِرِينَ

ARTI

Lalu Kami susulkan (azab Kami terhadap) orang-orang yang datang kemudian.

Tafsir Jalalain

(Lalu Kami iringi mereka dengan orang-orang yang datang kemudian) di antara orang-orang yang mendustakan seperti orang-orang kafir Mekah, maka Kami kelak akan membinasakan mereka pula.