Siksa Neraka Huthamah

|Al-Humazah : 5|

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ

ARTI

Dan tahukah kamu apakah (Neraka) Hutamah itu?

Tafsir Jalalain

(Dan tahukah kamu) atau apakah kamu mengetahui (apa Huthamah itu)

|Al-Humazah : 6|

نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ

ARTI

(Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan,

Tafsir Jalalain

(Yaitu api -yang disediakan- Allah yang dinyalakan) yang dinyalakan dengan besarnya.

|Al-Humazah : 7|

الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ

ARTI

yang (membakar) sampai ke hati.

Tafsir Jalalain

(Yang naik) maksudnya panasnya naik membakar (sampai ke hati) lalu membakarnya; rasa sakit yang diakibatkan api neraka jauh lebih memedihkan daripada api lainnya, karena api neraka sangat lembut dan dapat memasuki pori-pori, lalu membakar hati.

|Al-Humazah : 8|

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ

ARTI

Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?

Tafsir Jalalain

(Apakah kamu tidak memperhatikan) Istifham atau kata tanya di sini mengandung makna takjub; artinya sepatutnya kamu merasa takjub (bagaimana Rabbmu telah bertindak terhadap tentara bergajah)

orang yang mempunyai gajah itu bernama Mahmud yang disertai oleh teman-temannya, yaitu raja negeri Yaman yang bernama Abrahah berikut tentaranya.

Dia telah membangun sebuah gereja di Shan'a dengan tujuan supaya orang-orang berpaling dari menziarahi Mekah dan tidak menziarahinya lagi.

Pada suatu hari ada seseorang lelaki dari Kinanah telah membuat kejadian di gereja tersebut, ia melumuri bagian gereja yang dijadikan kiblat dengan kotoran unta dengan maksud menghinanya.

Abrahah bersumpah untuk menghancurkan Ka’bah. Lalu ia datang ke Mekah bersama tentaranya, beserta gajah-gajah milik Mahmud tadi.

Ketika mereka mulai bergerak hendak menghancurkan Ka’bah, Allah mengirimkan kepada mereka apa yang dikisahkan-Nya melalui firman selanjutnya yaitu:

|Al-Humazah : 9|

أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ

ARTI

Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?

Tafsir Jalalain

(Bukankah Dia menjadikan) telah menjadikan (tipu daya mereka itu) dalam rangka menghancurkan Ka’bah (sia-sia) maksudnya hanya menjerumuskan mereka ke dalam kerugian dan kebinasaan.