Tafsir Ibnu Katsir
Surat An-Nahl
Tafsir ayat 63-65

Allah Swt. menyebutkan bahwa Dia telah mengutus rasul-rasul kepada umat-umat terdahulu, tetapi mereka didustakan oleh kaumnya masing-masing. Maka bagimu, hai Muhammad,

terdapat suri teladan dari kalangan saudara-saudaramu para rasul yang terdahulu. Untuk itu, janganlah kamu kendur semangat dalam menghadapi pendustaan kaummu terhadap dirimu.

Adapun orang-orang musyrik yang mendustakan rasul-rasul itu, sesungguhnya mereka berbuat demikian hanyalah karena dorongan setan yang menghiasi apa yang mereka lakukan, sehingga mereka memandangnya baik.


{فَهُوَ وَلِيُّهُمُ الْيَوْمَ}


maka setan menjadi pemimpin mereka di hari itu. (An-Nahl: 63)Artinya, mereka dan setan yang menjadi pemimpin mereka berada dalam siksaan dan pembalasan Allah. Setan tidak dapat menyelamatkan mereka,

tiada yang dapat menolong mereka, dan bagi mereka azab yang pedih.Kemudian Allah Swt. berfirman kepada Rasul-Nya bahwa sesung­guhnya Dia menurunkan Al-Qur'an kepadanya tiada lain agar dia men­jelaskan kepada manusia

apa yang mereka perselisihkan itu. Al-Qur'an adalah pemisah di antara manusia dalam setiap hal yang mereka persengketakan.


{وَهُدًى}


dan menjadi petunjuk. (An-Nahl: 64) bagi hati manusia.


{وَرَحْمَةً}


dan (menjadi) rahmat. (An-Nahl: 64) bagi semua orang yang berpegang teguh kepadanya.


{لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ}


bagi kaum yang beriman. (An-Nahl: 64)Sebagaimana Allah menjadikan Al-Qur'an sebagai kehidupan buat hati yang mati karena tadinya ingkar kepada Al-Qur'an, demikian pula Allah menghidupkan bumi yang telah mati dengan air hujan yang diturunkan­Nya dari langit.


{إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ}


Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran). (An-Nahl: 65)Yakni memahami Kalamullah dan maknanya.