Tafsir Ibnu Katsir
Surat An-Nahl
Tafsir ayat 101-102
Allah Swt. menyebutkan kelemahan akal orang-orang musyrik, rapuhnya pendirian, dan tipisnya keyakinan mereka; sehingga tidak tergambarkan mereka mau beriman, dan sesungguhnya mereka telah dipastikan
menjadi orang-orang yang celaka. Demikian itu apabila mereka melihat ada perubahan hukum-hukum yang di-rnansukh oleh hukum yang baru dari Allah, maka dengan spontan mereka berkata kepada Rasulullah Saw.,
seperti yang disitir oleh firman-Nya:
{إِنَّمَا أَنْتَ مُفْتَرٍ}
Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-ada saja. (An-Nahl: 101)Dengan kata lain, mereka menuduh Nabi Saw. sebagai seorang pendusta. Padahal sesungguhnya penggantian hukum itu hanyalah dari Allah Swt. belaka,
Dia berbuat menurut apa yang dikehendaki-Nya dan memutuskan menurut apa yang disukai-Nya.Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Kami gantikan suatu ayat dengan ayat yang lain. (An-Nahl: 101) Artinya,
Kami hapus ayat yang pertama, lalu Kami turunkan ayat yang lain menggantikan kedudukannya. Qatadah mengatakan bahwa ayat ini sama artinya dengan firman Allah Swt. dalam ayat yang lain, yaitu:
{مَا نَنْسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنْسِهَا}
Ayat mana saja yang Kami nasakhkan atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya. (Al-Baqarah: 106), hingga akhir ayat.Maka Allah Swt. berfirman membantah mereka melalui ayat ini:
قُلْ نزلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ} أَيْ: جِبْرِيلُ {مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ}
Katakanlah, "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar.” (An-Nahl: 102)Yakni dengan sesungguhnya dan adil.
{لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا}
untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman. (An-Nahl: 102)Maka pastilah mereka membenarkan ayat yang diturunkan pertama, juga yang diturunkan kemudian serta hati mereka tunduk patuh kepada-Nya.
{وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ}
dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah). (An-Nahl: 102)Maksudnya, Allah menjadikannya sebagai petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang muslim yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.