Tafsir Ibnu Katsir
Surat Al-Isra
Tafsir ayat 4-8
Allah Swt. memberitakan bahwa sesungguhnya di dalam kitab itu Dia telah menetapkan terhadap kaum Bani Israil. Dengan kata lain, Allah telah memberitahukan terlebih dahulu kepada mereka di dalam kitab
yang diturunkan-Nya kepada mereka, bahwa mereka kelak akan membuat kerusakan di muka bumi sebanyak dua kali, dan mereka berlaku menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. Jelasnya,
mereka akan berbuat sewenang-wenang, melampaui batas, dan durhaka terhadap orang lain. Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{وَقَضَيْنَا إِلَيْهِ ذَلِكَ الأمْرَ أَنَّ دَابِرَ هَؤُلاءِ مَقْطُوعٌ مُصْبِحِينَ}
Dan telah Kami wahyukan kepadanya (Lut) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh. (Al-Hijr: 66)Yakni telah Kami beritahukan terlebih dahulu kepada Lut akan kesudahan yang menimpa kaumnya nanti. Firman Allah Swt.:
{فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولاهُمَا}
Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu. (Al-Isra: 5)Maksudnya, bila telah tiba saat pembalasan bagi kejahatan yang pertama di antara kedua kejahatan tersebut.
{بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ}
Kami datangkan kepada kalian hamba-hamba Kami yang memiliki kekuatan yang besar. (Al-Isra: 5)Yaitu Kami kuasakan diri kalian di tangan bala tentara dari kalangan makhluk Kami yang memiliki kekuatan yang besar, yakni tentara yang mempunyai kekuatan, perlengkapan, dan kekuasaan yang besar.
{فَجَاسُوا خِلالَ الدِّيَارِ}
lalu mereka merajalela di kampung-kampug. (Al-Isra: 5)Mereka menguasai negeri kalian dan menempuh jalan di antara rumah-rumah kalian, datang dan perginya tanpa merasa takut kepada seorang pun.
{وَكَانَ وَعْدًا مَفْعُولا}
dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. (Al-Isra: 5)Ulama tafsir dari kalangan ulama Salaf dan Khalaf berbeda pendapat tentang yang dimaksud dengan orang-orang yang menguasai mereka, siapakah mereka sebenarnya?
Riwayat yang bersumber dari Ibnu Abbas dan Qatadah mengatakan bahwa yang berkuasa atas mereka adalah Jalut (Goliat) dan bala tentaranya, sesudah itu berkuasalah Adilu. Kemudian Nabi Daud dapat membunuh Jalut.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:
{ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ}
Kemudian Kami berikan kepada kalian giliran untuk mengalahkan mereka. (Al-Isra: 6), hingga akhir ayat.Telah diriwayatkan dari Sa'id ibnu Jubair bahwa orang yang dimaksud adalah Raja Sanjarib dan bala tentaranya.
{إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لأنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا}
Jika kalian berbuat baik, (berarti) kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri; dan jika kalian berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi diri kalian sendiri. (Al-Isra: 7)Artinya, jika kalian berbuat kejahatan,
maka akibatnya akan menimpa diri kalian sendiri. Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا}
Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang berbuat jahat, maka (dosanya) atas dirinya sendiri. (Fushshilat: 46)Adapun firman Allah Swt.:
{فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الآخِرَةِ}
Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua. (Al-Isra: 7)Maksudnya, apabila kalian melakukan kerusakan untuk kedua kalinya, maka akan datanglah musuh-musuh kalian.
{لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ}
untuk menyuramkan muka-muka kalian. (Al-Isra: 7) Mereka datang untuk menghina dan menindas kalian.
{وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ}
dan mereka masuk ke dalam masjid. (Al-Isra: 7) Yaitu Masjid Baitul Maqdis.
{كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ}
sebagaimana musuh-musuh kalian memasukinya pada yang pertama kali. (Al-Isra: 7)Yakni mereka akan merajalela di kampung-kampung kalian.
{وَلِيُتَبِّرُوا}
dan untuk membinasakan. (Al-Isra: 7) Maksudnya, melakukan penghancuran dan pengrusakan terhadap:
{مَا عَلَوْا}
apa saja yang mereka kuasai sehabis-habisnya. (Al-Isra: 7)Yakni segala sesuatu yang mereka kuasai dihancurkan dan dirusak oleh mereka.
{تَتْبِيرًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يَرْحَمَكُمْ}
Mudah-mudahan Tuhan kalian akan melimpahkan rahmat-(Nya) kepada kalian. (Al-Isra: 8)Artinya, berkat rahmat dari-Nya itu musuh-musuh kalian akan berpaling pergi dari kalian, dan kalian selamat dari ulah mereka.
{وَإِنْ عُدْتُمْ عُدْنَا}
dan sekiranya kalian kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami kembali (mengazab kalian). (Al-Isra: 8)Maksudnya, manakala kalian kembali melakukan pengrusakan.
{عُدْنَا}
tentulah Kami kembali (mengazab kalian). (Al-Isra: 8)Yakni Kami kembali mengazab kalian di dunia di samping azab dan pembalasan yang Kami simpan buat kalian di akhirat nanti. Karena itulah dalam firman selanjutnya Allah Swt. menyebutkan:
{وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا}
dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman. (Al-Isra: 8)Yaitu tempat menetap, penjara, dan sekapan bagi mereka yang tiada jalan menyelamatkan diri bagi mereka darinya.
Ibnu Abbas mengatakan bahwa hasiran artinya penjara. Mujahid mengatakan bahwa mereka dipenjarakan di dalamnya. Hal yang sama telah dikatakan oleh yang lainnya. Al-Hasan mengatakan, yang dimaksud
dengan hasiran ialah hamparan dan lantai.Qatadah mengatakan bahwa memang setelah itu Bani Israil kembali melakukan pengrusakan. Maka Allah menguasakan mereka kepada golongan ini —yakni Nabi Muhammad Saw. dan para sahabatnya —
yang memungut jizyah dari mereka, sedangkan mereka dalam keadaan terhina.