Tafsir Ibnu Katsir
Surat Ali-Imran
Tafsir ayat 1- 4
Kami menyebutkan sebuah hadis yang menerangkan bahwa asma Allah yang teragung ada di dalam kedua ayat berikut, yaitu firman-Nya: Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya).
(Al-Baqarah: 255), Dan firman-Nya: Alif Lam Mim. Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi senantiasa berdiri sendiri. (Ali Imran: 1-2) Yaitu dalam tafsir ayat Kursi. Dalam pembahasan yang lalu —yaitu dalam permulaan
surat Al-Baqarah— telah disebutkan tafsir Alif Lam Mim. Jadi, hal ini tidak perlu diulangi. Dalam tafsir ayat Kursi telah kami sebutkan pula pembahasan mengenai firman-Nya: Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus
mengurus (makhluk-Nya). (Al-Baqarah: 255)
*******************
Adapun firman Allah Swt.:
نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتابَ بِالْحَقِّ
Dia menurunkan Al-Kitab (Al-Qur'an) kepadamu dengan sebenarnya. (Ali Imran: 3)Maksudnya, Dialah yang menurunkan Al-Qur'an kepadamu, hai Muhammad, dengan sebenarnya. Yakni tidak ada kebimbangan dan tidak ada keraguan padanya,
melainkan ia benar-benar diturunkan dari sisi Allah. Dia menurunkannya dengan sepengetahuan-Nya, sedangkan para malaikat menyaksikannya; dan cukuplah Allah sebagai saksi.
*******************
Firman Allah Swt.:
مُصَدِّقاً لِما بَيْنَ يَدَيْهِ
Membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya. (Ali Imran: 3)Yakni kitab-kitab sebelum Al-Qur'an yang diturunkan dari langit buat hamba-hamba Allah dan para nabi. Kitab-kitab tersebut membenarkan Al-Qur'an melalui apa
yang diberitakannya dan apa yang disiarkan-nya sejak zaman dahulu kala. Begitu pula sebaliknya, Al-Qur'an membenarkan kitab-kitab tersebut, karena Al-Qur'an sesuai dengan apa yang diberitakan oleh kitab-kitab tersebut yang isinya
antara lain membawa berita gembira yang sangat besar, yaitu janji Allah yang akan mengutus Nabi Muhammad Saw. dan menurunkan Al-Qur'an yang agung kepadanya.
*******************
Firman Allah Swt.:
وَأَنْزَلَ التَّوْراةَ
dan menurunkan Taurat. (Ali Imran: 3)Yakni kepada Musa ibnu Imran.
وَالْإِنْجِيلَ
dan kitab Injil. (Ali Imran: 3)Yaitu kepada Isa ibnu Maryam a.s.
مِنْ قَبْلُ
sebelumnya. (Ali Imran: 4)Yakni sebelum Al-Qur'an.
هُدىً لِلنَّاسِ
menjadi petunjuk bagi manusia. (Ali Imran: 4)Maksudnya, sebagai petunjuk buat mereka di zamannya masing-masing.
وَأَنْزَلَ الْفُرْقانَ
dan Dia menurunkan Al-Furqan. (Ali Imran: 4)Yaitu yang membedakan antara hidayah dan kesesatan, antara yang hak dengan yang batil, jalan yang menyimpang dan jalan yang lurus, melalui apa yang disebutkan oleh Allah Swt.
berupa hujah-hujah, keterangan-keterangan, dan dalil-dalil yang jelas serta bukti-bukti yang akurat. Allah Swt. menerangkannya, menjelaskannya, menafsirkannya, menetapkannya, dan memberi petunjuk kepadanya serta mengingatkannya.
Qatadah dan Ar-Rabi' ibnu Anas mengatakan, yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Qur'an. Ibnu Jarir memilih pendapat yang mengatakan bahwa Al-Furqan dalam ayat ini adalah bentuk masdar dari Al-Qur'an,
mengingat sebelumnya disebutkan Al-Qur'an, yaitu di dalam firman-Nya: Dia menurunkan Al-Kitab (Al-Qur'an) kepadamu dengan sebenarnya. (Ali Imran: 3), Yang dimaksud dengan Al-Kitab adalah Al-Qur'an.Adapun mengenai apa yang
diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim, dari Abu Saleh, bahwa yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah kitab Taurat merupakan pendapat yang lemah pula, mengingat sebelumnya telah disebutkan Taurat.
*******************
Firman Allah Swt.:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآياتِ اللَّهِ
Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah. (Ali Imran: 4)Yakni ingkar dan ragu terhadapnya serta menentangnya dengan kebatilan.
لَهُمْ عَذابٌ شَدِيدٌ
Bagi mereka akan memperoleh siksa yang berat. (Ali Imran: 4)Yaitu kelak di hari kiamat.
وَاللَّهُ عَزِيزٌ
dan Allah Mahaperkasa. (Ali Imran: 4)Yakni Zat Yang Mahaperkasa lagi Mahabesar kekuasaan-Nya.
ذُو انْتِقامٍ
lagi mempunyai balasan. (Ali Imran: 4)Yakni terhadap orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya, menentang rasul-rasul-Nya dan nabi-nabi-Nya.